Manusia adalah makhluk sosial, demikian Ibnu Kholdûn menulis dalam salah satu ruas magnum opus-nya, “al-Muqaddimah”. Dari ungkapan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa nurani setiap manusia membutuhkan sebuah lingkungan, teman, dan perangkat-perangkat sosial lainnya. Jika sebuah komunitas sosial sudah terbentuk, maka secara intuitif, komunitas tersebut merindukan sebuah tatanan yang mengikat dan yang membebaskan sekaligus. Bebas sebagai [...]
Arsip untuk Agustus 18th, 2007
Ngelmu Fekih
Diposkan dalam Kupas pada Agustus 18, 2007 | Leave a Comment »
Sajak kerinduan
Diposkan dalam Selilit pada Agustus 18, 2007 | Leave a Comment »
رسالة العشق
أنى ولم ترها تهذي! فقلت لهم … إن الفؤاد يرى ما لا يرى البصر
أصبحت كالحائم الحران مجتنباً … لم يقض ورداً ولا يرجى له صدر
***
يزهدني في حب عبدة معشر … قلوبهم فيها مخالفة قلبي
فقلت دعوا قلبي وما اختار وارتض … فبالقلب لا بالعين يبصر ذو الحب
فما تبصر العينان في موضع الهوى… ولا تسمع الأذنان [...]
Aboul Ma’ali al-Juwaini
Diposkan dalam Tokoh pada Agustus 18, 2007 | Leave a Comment »
Tak ada yang lebih unggul dari ilmu. Para raja adalah penguasa rakyat, sedang ulama adalah pengendali raja-raja itu. (Aboul Aswad ad-Du`ali – Al-‘Iqd al-Farid)
Dalam sejarah ada dua kutub yang memiliki peran sentral pada setiap gerak-gerik sosial; raja dan kyai. Pada masa-masa awal dua kutub ini bertemu dalam satu sosok –seperti nabi dan juga khulafa’ ur [...]
Mu’tazilien
Diposkan dalam Kupas pada Agustus 18, 2007 | Leave a Comment »
Prolog
Penelusuran kembali terhadap puing-puing pemikiran teologi Muktazilah dan Asy’ariah, menandakan sebuah usaha untuk memahami cara pandang teologis kebanyakan umat Islam. Sajarah telah mencatat bahwa dua sekte di atas adalah sekte besar, yang –sedikit banyak- berhasil mewarnai pola dan karakter umat Islam. Sebab itulah, studi-studi kontemporer terhadap dua aliran tersebut –baik Islam maupun orientalis- telah banyak [...]
Puasa [titik temu agama-agama]
Diposkan dalam Renungan pada Agustus 18, 2007 | Leave a Comment »
Bulan Ramadhan sudah berada di ambang pintu. Berbagai penyambutan yang riuh dan ramai bertubi-tubi dilaksanakan di seluruh pojok bumi. Bentuk penyambutan ini pun berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Di Mesir kita melihat tenda-tenda darurat yang berlabel Ma’idatu `r Rahman mulai dibentang disudut-sudut masjid, persimpangan jalan hingga dipinggiran toko-toko. Ukurannya pun berbeda beda. Ada yang kecil, [...]
Tasawuf & Revolusi Spiritual
Diposkan dalam Renungan pada Agustus 18, 2007 | Leave a Comment »
Mukaddimah
Menulis tentang tasawuf berikut sejarahnya relatif lebih mudah daripada menjalani kehudupan sufi itu sendiri. Setidaknya hal inilah yang melatari penulis untuk berani menilik tasawuf sebagai sebuah gerakan nyentrik yang kemudian dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang independen.
Sebagai sebuah pengalaman spiritual yang sangat privatif, tasawuf memang susah untuk dirasakan atau bahkan dicerna oleh mereka yang tidak [...]