Mukaddimah
Menulis tentang tasawuf berikut sejarahnya relatif lebih mudah daripada menjalani kehudupan sufi itu sendiri. Setidaknya hal inilah yang melatari penulis untuk berani menilik tasawuf sebagai sebuah gerakan nyentrik yang kemudian dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang independen.
Sebagai sebuah pengalaman spiritual yang sangat privatif, tasawuf memang susah untuk dirasakan atau bahkan dicerna oleh mereka yang tidak pernah menjalani kehidupan sufi. Oleh karena itu penulis sepakat dengan Abu al-‘Ala Afifi yang mengatakan bahwa kehidupan sufi dan sufisme tidak bisa ditimbang dari satu neraca yang sama. Sebaliknya kita harus mengikuti dengan seksama lika-liku tokoh per tokoh dari figur sufi itu untuk kemudian kita dapat menyimpulkan; karakter dari tokoh-tokoh itu. Oleh sebab itu dalam studi tasawuf kajian tokoh –sepertinya- akan lebih efektif dan ‘menusuk’ daripada kajian tematis yang akan terlihat lebih umum. Lanjut Baca »